KRITERIA PENENTUAN AWAL BULAN PUASA PADA KALENDER HIJRIAH

6th June 2015

penetapan puasa ramadhan

Mengenal Kriteria Penentuan Awal Bulan Puasa Pada Kalender Hijriah

Beberapa tahun terakhir, terjadi perbedaan penentuan awal bulan pada kalender hijriah yang menjadi polemic dan perdebatan antara NU dan Muhamadiyah. Penentuan awal bulan ini menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah dalam agama Islam, yakni bulan ramadhan waktu bagi umat muslim menjalankan puasa, bulan syawal yakni waktu umat muslim merayakan Idul Fitri dan Djulhijjah yakni waktu umat muslim merayakan hari raya Idul Adha.

Sesungguhnya di Indonesia ada dua golongan Islam yang paling besar yaitu NU dan Muhammadiyah. Keduanya saling memiliki perbedaan pandangan mengenai penentuan awal bulan hijriah. Akibatnya pelaksanaan puasa menjadi berbeda bagi keduanya. Muhammadiyah biasanya melaksanakan pusa 1 hari lebih awal dari NU. Namun, perbedaan pandangan dalam penentuan awal bulan ini bukan berarti perpecahan antara Islam, melainkan adanya pendapat dan cara pandang masing-masing yang dinggap sah dan tetap benar selagi dapat dipertanggung jawabkan. Sesungguhnya dalam perhitungan awal bulan ini tidak akan mampu memberikan hasil yang akurat karena pada dasarnya ilmu dan teknologi manusia tidak perbah mampu menentukan perubahan dari alam semesta.

melihathilal

Dalam perhitungan awal bulan dikenal dua metode yang disebut Hisab dan Rukyat.

Hisab adalah perhitungan menurut ilmu atronomi dan secara matematis untuk menentukan posisi matahari, bulan dan bumi dalam menentukan awal bulan pada kalender hijriyah. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Ini yang menjadi tonggak untuk menentukan awal 1 Ramadhan, 1 syawal (idul fitri) dan awal Dzulhijah yaitu waktu jamaah haji wukuf di Arafah dan Idul Adha. Metode hisab saat ini menggunakan teknologi komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Selain itu digunakan juga berbagai perangkat lunak yang praktis untuk menentukan posisi bulan. Umumnya, perhitungan hisab lebih dulu di lakukan sebelum Rukyat. Hisab menjadi dasar-dasar bagi muslim muhammadiyah dalam penentuan awal puasa. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak, yaitu posisi Matahari, bulan, dan bumi ada dalam posisi sebidang ( disebut juga konjungsi geosentris) terjadi.

Sementara Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal (penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi). Pengamatan dengan metode Rukyat menggunakan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti Teleskop. Rukyat hanya dapat dilakukan setelah matahari terbenam tepatnya pada waktu magrib, karena Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam. Hal ini di karenakan intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari dan ukurannya sangat tipis. Jika tanda-tanda hila terlihat oleh pandangan mata, maka pada waktu setempat telah memasuki bulan baru dalam kalender hijriah. Itu artinya awal puasa di mulai pada waktu tersebut. Berbeda dengan metode hisab, metode Rukyat dewasa ini menggunakan peralatan optic yang canggih seperti teleskop dengan CCD Imaging. Rukyat adalah metode perhitungan awal bulan pada kalender hijriah yang diterapkan oleh muslim Nadalatu Ulama atau NU.

Namun, kedua metode ini harus mendapatkan peninjauan dalam perhitungan terhadap hilal. Karena sesungguhnya ilmu dan teknologi yang dipakai dalam kedua metode tersebut tidak 100% akurat, hal ini karena ilmu dan teknologi manusia tidak mampu sepenuhnya memecahkan peristiwa di alam semesta. Akan tetapi, menyikapi perpedaan sudut pandang dalam penentuan awal bulan ini maka kita harus tetap saling menghargai.

Demikian ulasan singkat mengenai kriterian penentuan awal bulan pada kalender hijriah yang berbeda sudut pandang antara Hisab dan Rukyat.

 

Rp 110.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeKTN
Nama BarangModel Baju Koko Terbaru Lebaran 2018 Lengan Pendek Murah Merk Katenzo
Harga Rp 110.000
Lihat Detail »
Rp 175.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeJZ- 20
Nama BarangJAS KOKO HITAM MODEL TERBARU
Harga Rp 175.000
Lihat Detail »
Rp 70.000 80.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSPRT
Nama BarangSarung Sapphire Motif Polos Tumpal
Harga Rp 70.000 80.000
Lihat Detail »
Rp 210.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMJP
Nama BarangBaju Koko Majidah Lengan Panjang Model Terbaru 2018 Cakep
Harga Rp 210.000
Lihat Detail »
base
Rp 145.000 155.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeALP - 01
Nama BarangBaju Koko Cocok Untuk Lebaran Haji
Harga Rp 145.000 155.000
Lihat Detail »
Rp 85.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeNKB - 06
Nama BarangBaju Muslim Pria Lengan Panjang Model 2016
Harga Rp 85.000
Lihat Detail »
Rp 135.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMC - 01
Nama BarangBaju Koko Pria Lengan Pendek Simpel
Harga Rp 135.000
Lihat Detail »
Rp 130.000 150.000
Order Sekarang » SMS : 082323232244
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePTN - 01
Nama BarangBaju Koko Putih Panjang Bordir
Harga Rp 130.000 150.000
Lihat Detail »

Hubungi kami

082323232244
082323232244
TOKOMAJU
082323232244
Customer service 1